Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan selanjutnya disebut KORWILCAM merupakan pelaksana sebagian fungsi Dinas di bidang teknis operasional dan teknis penunjang pelaksanaan tugas dinas, dipimpin oleh KORYANDIK yg berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris dan melaksanakan koordinasi dengan Bidang terkait. (Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 50 tahun 2016 psl 25 ayat(1) dan (2).KORWILCAM mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi, pengawasan dan pengendalian dan pelayanan administrasi pendidikan di kecamatan, meliputi Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar dan Pendidikan Nonformal. psl 27 ayat(1) (2) (3)
Selamat Datang di Situs Media KORWILCAMDIK Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Jumat, 16 Mei 2008

POTENSI DI DUA KAKI GUNUNG MASUK OLIMPIADE MIPA

Ternyata tidak berarti orang pedesaan apalagi di kaki gunung tertinggal dalam pengetahuannya,ini membuktikan ada seorang siswa SD kelas V yang bertempat tinggal yang satu di kaki gunung Gede dan yang satu di kaki Gunung Salak yang masuk dan berjuang menjadi peserta Olimpiade MIPA masuk untuk bertarung di tingkat Kabupaten, siapa gerangan namanya.... yang pertama peserta olimpiade mata pelajaran IPA yaitu Siti Aisyah siswa kelas V(lima) SD Negeri Cikurutug dibawah pimpinan Kepala Sekolah Nani Kusnaeni,S.Pd. sekolah ini lokasinya jauh dari kota kecamatan Cicurug yaitu di kaki gunung Salak tepatnya di Kp.Cikurutug, yang kedua masuk menjadi peserta olimpiade mata pelajaran Matematika yaitu Nurhalimah masih kelas lima SD Negeri Babakankencana dibawah pimpinan Kepala Sekolah Ridwan Rustandi,S.Pd. yang lokasinya ada disebelah timur ibu kota kecamatan cicurug yaitu di kaki gunung Gede tepatnya di Kp.Babakankencana Desa Nangerang. Mudah-mudahan kedua anak ini dapat berjuang dan berhasil di arena olimpiade MIPA tingkat Kabupaten yang menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2008. Perjuangan tersebut diharapkan tidak terlepas bimbingan dari Gurunya masing-masing dan semua pihak yang mendukung.

Senin, 12 Mei 2008

BUPATI SUKABUMI RESMIKAN TAMAN POSYANDU BERBASIS PAUD DI CICURUG

Bupati Sukabumi secara simbolis meresmikan Taman Posyandu (TP) Gelatik Desa Benda Cicurug yang dilaksanakan Senin, 12 Mei 2008 bertempat di lapang sepak bola Manggisgirang Desa Benda Kecamatan Cicurug, TP ini difasilitasi atas kerjasama Bappeda Kab Sukabumi dengan UNICEF, semuaya 10 TP, Kecamatan Cidahu 4 TP dan Kecamatan Cicurug 6 TP. Dalam teknis pelaksanaan TP ini diarahkan pada sistem pembelajaran berbasis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mempunyai prinsip pembelajaran bermain sambil belajar, yang sesuai dengan tingkat usia, perkembangan psikologis dan kebutuhan spesifik anak, serta yang mendekatkan anak dengan lingkungannya. PAUD non-formal bukanlah sekolah yang penuh dengan aturan, melainkan taman yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan., dengan memberikan stimulasi pendidikan kepada anak dalam rangka melejitkan semua potensinya agar anak memiliki kesiapan untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut. Kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut bukanlah dalam arti SEKEDAR kesiapan di bidang baca-tulis-hitung, melainkan lebih dari itu. Kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut mencakup a.l. telah adanya rasa percaya diri, disiplin diri, jujur, kreatif, memiliki kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain, memiliki dasar-dasar kemampuan berpikir logis, berbahasa, matematika serta berbagai kemampuan dasar lainnya yang diperoleh anak melalui bermain sambil belajar. Nampak pada acara tersebut dihadiri oleh tim dari UNICEF, artis Dona dan Darius, tim dari Bappeda, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi dan aparat pemerintah Kecamatan Cicurug dan Cidahu, serta masyarakat setempat dan acara diakhiri hiburan tradisional group Calung Goledag dari Cicurug.

PELAKSANAAN UAS_UASBN 2008 DI CICURUG TERTIB DAN LANCAR

UAS & UASBN SD tahun 2008 sesuai jadwal dilaksanakan mulai 12 - 16 Mei 2008, pelaksanaan hari pertama berdasarkan pemantauan di wilayah Kecamatan Cicurug dalam keadaan tertib dan lancar diikuti oleh 1.986 siswa SD (Laki-laki = 1.015; Perempuan=971) dari 33 SD Negeri, 3 SD Swasata, dengan harapan semua peserta dapat mengikutinya sampai tuntas dan berhasil.
(admin)

Sabtu, 10 Mei 2008

STRUKTUR ORGANISASI UPTD P&K KEC.CICURUG

JADWAL MONITORING UASBN/UAS 2007-2008

Jadwal UASBN dan UAS tahun pelajaran 2007-2008 dilingkungan UPTD P dan K Kecamatan Cicurug, berdasarkan Keputusan Kepala UPTD P dan K No.423.7/127-Kec/2008 tgl.2 Mei 2008
(untuk lebih jelas klik saja ficture_nya)

Minggu, 04 Mei 2008

UASBN 2007-2008

UASBN

Sebagai implementasi amanat Peraturan Pemerintah, Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional untuk jenjang SD/MI/SDLB.

TUJUAN UASBN

  • Menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); dan
  • Mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu.

KEGUNAAN HASIL UASBN

  1. Pemetaan mutu program dan/atausatuan pendidikan;
  2. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
  3. Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan;
  4. Dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkanmutu pendidikan.

SYARAT PESERTA

  • Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan SD, MI, dan SDLB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa ringan, dan Tunalaras).
  • Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester 1 tahun terakhir.

PESERTA UASBN

Diperkirakan UASBNtahun pelajaran 2007/2008 akan diikuti oleh sekitar 5.200.000 peserta yang berasal dari 184.000 SD/MI/SDLB.

SOAL UASBN

  • Spesifikasi dan naskah soal disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan UASBN (SKLUASBN). SKL UASBN merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/subpokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Standar Isi.
  • Setiap paket soal UASBNterdiri atas: 􀂃25% soal yang ditetapkan BSNP dan berlaku secara nasional 􀂃75% soal yang ditetapkan oleh penyelenggara UASBN tingkat provinsi berdasarkan spesifikasi soal UASBNtahun pelajaran 2007/2008 yang ditetapkan oleh BSNP.
  • Soal UASBNyang ditetapkan oleh BSNP dipilih dan dirakit dari bank soal sesuai dengan spesifikasi soal UASBNTahun Pelajaran 2007/2008.
  • Bank soal dikembangkan dan dikelola oleh Pusat Penilaian Pendidikan pada Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pendidikan Nasional.
  • Soal UASBNyang ditetapkan oleh penyelenggara UASBN tingkat provinsi disusun oleh guru perwakilan dari setiap kabupaten/kota yang sudah dilatih.

JUMLAH SOAL DAN ALOKASI WAKTU

NO

MATA PELAJARAN

JML. SOAL

WAKTU

1.

BAHASA INDONESIA

50

120 Menit

2.

MATEMATIKA

40

120 Menit

3.

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

40

120 Menit

JADWAL UASBN

UASBN Utama: Selasa, 13 Mei 2008
UASBN Susulan: Rabu, 21 Mei 2008
1. 08.00-10.00 : Bahasa Indonesia

UASBN Utama: Rabu, 14 Mei 2008
UASBN Susulan: Kamis, 22 Mei 2008
2. 08.00 –10.00 : Matematika

UASBN Utama: Kamis, 15 Mei 2008
UASBN Susulan: Jum’at, 23 Mei 2008
3. 08.00 –10.00 : Ilmu PengetahuanA lam(IPA)

KELULUSAN

  • Kriteria kelulusan UASBNditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN.
  • Kriteria kelulusan UASBNditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan:
    • nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan;
    • nilai rata-rata ketiga mata pelajaran.

SKH UASBN

Peserta UASBNdiberi Surat Keterangan Hasil UASBN (SKH UASBN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah.

BIAYA PENYELENGGARAAN UASBN

  • Biaya penyelenggaraan UASBN menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah pusat dan provinsi bersama-sama menanggung biaya yang berhubungan dengan kewenangan dan tanggung jawab Menteri, BSNP, Gubernur, dan Duta Besar Republik Indonesia.
  • Sedangkan biaya yang berhubungan dengan kewenangan dan tanggung jawab Bupati/Walikota, dan sekolah/madrasah menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

PELAKSANAAN HARDIKNAS 2008 TINGKAT PUSAT

Upacara Hari Pendidikan Nasional Tingkat Pusat

Hari ini semua elemen Departemen Pendidikan Nasional Berkumpul dengan hikmat untuk mengikuti upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2008 di lapangan DEPDIKNAS, Senayan, Jakarta.

Pada kesempatan ini, Bapak Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA., memberikan sambutan yang bertujuan untuk memotivasi para pendidik dan tenaga kependidikan nasional.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini bertemakan "Hardiknas 2008 Sebagai Bagian Dari Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Bangsa." Tema ini mengandung makna mendalam dikaitkan dengan kebangkitan bangsa, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana tertuang dala UUD 1945.

Dalam sambutannya, Mendiknas menyampaikan bahwa kita masih harus terus berjuang dan bekerja keras untuk melakukan berbagai perubahan dan perbaikan sebagai upaya untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, baik dalam pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan maupun peningkatan mutu pendidikan. Bahwa dalam memberikan pelayanan pendidikan masih terdapat banyak kendala, hal itu merupakan tantangan yang harus dihadapi dan diupayakan penanganannya melalui berbagai langkah kebijakan.

Beliau mengatakan pula, untuk menjawab berbagai tantangan dan kendala yang kita hadapi, melalui Renstra Pendidikan tahun 2005-2009 kita telah menetapkan tiga pilar kebijakan, yaitu:
1. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan;
2. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan; serta
3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik.
Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya kita telah berjuang dan bekerja keras untuk mengatasi persoalan-persoalan pendidikan di Tanah Air.

Sebagai upaya meningkatkan pembangunan pendidikan, pemerintah telah mengambil 9 kebijakan terobosan yang berskala massal selama kurun waktu 2005-2007, yaitu:
1). Pendanaan pendidikan, melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), program BOS buku, program Bantuan Khusus Murid (BKM), program Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) & program Beasiswa; 2). Peningkatan kualifikasi kompetensi, dan sertifikasi pendidik & tenaga kependidikan; 3). Penerapan TIK secara massal untuk e-pembelejaran dan e-administrasi; 4). Pembangunan prasarana dan sarana pendidikan secara massal; 5). Rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan secara massal; 6). Reformasi perbukuan secara mendasar; 7). Peningkatan mutu, relevansi, dn daya saing pendidikan dengan pendekatan komprehensif; 8). Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan dengan pendekatan komprehensif; 9) Intensifikasi dan eksistensi pendidikan nonformal dan informal untuk menggapai layanan penddiikan kepada peserta didik yang tak terjangkau pendidikan formal (reaching the uncreached).

Sebelum mengakhiri sambutannya, Mendiknas mengajak kepada semua pihak, terutama yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pendidikan nasional, untuk terus berjuang membangun manusia Indonesia melalui pendidikan yang bermutu.

Tak lupa beliau juga mengucapkan terimakasih atas kegigihan Saudara-saudara yang selama ini telah membuktikan melalui pengabdian dan perjuangan yang tak mengenal lelah dalam memajukan pendidikan di Tanah Air.

Akhirnya, marilah kita jadikan peringatan Hardiknas tahun 2008 ini sebagai semangat untuk terus membangun peradaban bangsa Indonesia sehingga menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu, dan mampu bersaing dalam kancah pergaulan dunia internasional.
Dikutif dari : http//www.jugaguru.com

Jumat, 02 Mei 2008

HARDIKNAS 2008 TINGKAT KECAMATAN CICURUG

Upacara Hardiknas 2 Mei 2008 tingkat Kecamatan Cicurug dilaksanakan di lapang upacara SMA Negeri 1 Cicurug, bertindak selaku pembina upacara Camat Cicurug Sumkana,S.IP.,M.Si dan peserta upacara diikuti oleh berbagai elemen PGRI, kelompok PNF ( penyelenggara PKBM, LPK, PAUD dan Orsosmas), Muspika, siswa SD, SMP, SMA/SMK juga berkenan hadir Drs.H.Lukman Hakiem anggota DPR RI Komisi X.
Amanat pembina upacara salah satunyamenyampaikan bahwa Cicurug salah satu Kecamatan di Kabupaten Sukabumi bahwa IPM_nya tertinggi, ucapan terima kasih disampaikan kepada semua elemen pelaksana penyelenggara pendidikan yang telah berperan aktif dalam hal pendidikan semoga kedepan guru akan mendapat perhatian lebih baik dari pemerintah.
Diakhir pelaksanaan upacara Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cicurug memberikan penghargaan kepada penyelenggara Pendidikan Non Formal yang telah berperan aktif dan berhasil dari berbagai prestasi yang diperolehnya, yaitu 1)kepada Ketua Penyelenggara PKBM Ad-da'wah yang terpilih sebagai lembaga PNF rintisan PKBM unggulan, piagam penghargaan diterima oleh Usup Supriatna selaku Ketua PKBM Ad-da'wah. 2) kepada Ketua LPK Nesscera yang telah memperoleh Sertifikasi Computer berstandar International sebagai lembaga Approved Test Center International Computer Driving License (ATC-ICDL) Asia Pacific, piagam penghargaan diserahterimakan oleh Camat Cicurug kepada Chintia Mardiana selaku Ketua LPK Nesscera; 3) kepada salah satu Instruktur LPK Nesscera Henri Surya Sasmita,S.Sos atas prestasinya menjadi Pendidik dan Penguji Praktek Komputer berstandar Nasional dan sebagai Invigilator Approved Test Center International Computer Driving License (ATC-ICDL). Setelah upacara selesai dilanjutkan acara pelaksanaan Istigosah dalam rangka pembukaan Gedung Olah Raga (GOR) Cicurug dan diakhiri pembagian piagam dan tropi kepada para siswa yang berprestasi dalam apresiasi lomba-lomba.
Selamat dan sukses......!
(spr)

Kamis, 01 Mei 2008

Program ICT dan "Open Source", Solusi wujudkan Keadilan di Bidang Pendidikan

Jakarta, Kompas - Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi (information communication technology/ ICT) diharapkan menjadi salah satu solusi bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono- Jusuf Kalla untuk mewujudkan keadilan di bidang pendidikan. Bersamaan dengan itu, perlu serangkaian program untuk ikut memasyarakatkan aplikasi perangkat lunak karya bangsa sendiri (open source software), khususnya di sekolah-sekolah. Harapan ini muncul dalam diskusi bulan Forum Pendidikan yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdiknas, Senin (18/10) di Jakarta. Menurut pakar teknologi informasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Munawar Ahmad, keberagaman latar belakang dan mutu sekolah di berbagai daerah sebetulnya bisa diatasi dengan pemanfaatan teknologi informasi. "Teknologi informasi memungkinkan seluruh anak bangsa dapat menikmati kandungan dan substansi pembelajaran tanpa harus dibatasi ruang dan waktu," ujarnya. Dengan ICT dan open source, tambahnya, setiap guru dan peserta didik dapat mengakses seluruh materi pembelajaran. Dan ini memungkinkan seluruh peserta didik menyerap materi- materi dan substansi yang komprehensif dan terbaru. "Saat ini Departemen Teknik Informatika ITB telah mengembangkan berbagai software gratis untuk melakukan gerakan penyebarluasan akses pada informasi pendidikan yang adil di seluruh Tanah Air," kata Munawar.
Dalam kaitan ini, Balitbang Depdiknas akan mencanangkan serangkaian program untuk ikut memasyarakatkan ICT dan open source di sekolah-sekolah. "Hal ini bukan saja karena penguasaan ICT telah menjadi keniscayaan bagi pembangunan daya saing bangsa, tetapi karena ia dapat dimanfaatkan agar proses pembelajaran menjadi lebih mudah, efisien, dan lebih menarik bagi peserta didik," kata Dodi Nandika, Kepala Balitbang Depdiknas. Aplikasi ICT dan open source sudah banyak dikembangkan oleh putra-putri Indonesia. Namun, infrastrukturnya masih perlu dilengkapi lewat semacam gerakan massal. (nar/ken)
Dikutif dari : "http://www.kompas.com/"

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes