Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan yang selanjutnya disebut UPTD Pendidikan Kecamatan merupakan pelaksana sebagian urusan di bidang pendidikan di Kecamatan, dipimpin oleh seorang Kepala UPTD yg berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten melalui Sekretaris.
UPTD Pendidikan Kecamatan mempunyai tugas pokok melakukan sebagian tugas pokok dinas pendidikan, membina TK, SD, Satuan PNF, mengkoordinasikan seluruh jenjang satuan pendidikan di kecamatan dan pengelolaan urusan tata usaha dan keuangan, pengumpulan data dan statistik.
Selamat Datang di Situs Media UPTD Pendidikan Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Selasa, 11 Desember 2012

Metode Tematik Integratif bukan hal baru

Mataram --- Rencana pendekatan kurikulum 2013 untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sederajat menggunakan metode tematik integratif. Artinya, materi ajar tidak disampaikan berdasarkan mata pelajaran tertentu, tetapi dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, sebenarnya sudah banyak sekolah yang menerapkan metode ini. Karena dianggap berhasil, kemudian pemerintah mengadopsi dan berencana menerapkannya secara nasional. “Ini (tematik integratif) bukan sesuatu yang baru,” katanya saat memberikan pengantar uji publik kurikulum 2013 di Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (8/12).
Hadir pada acara tersebut Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dan sebanyak 500 peserta terdiri atas pakar, praktisi, dan pengamat pendidikan, asosiasi profesi, penyelenggara pendidikan, dosen, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. Mendikbud menyampaikan, dengan metode ini peserta didik diajak untuk berpikir secara terpadu. Misalnya, tema ‘diriku’ untuk kelas 1 SD. Siswa dikenalkan siapa dan seperti apa dia. Di situ terdapat karakter jujur, tertib, disiplin, dan bersih termasuk cinta lingkungan. “Dari tema ini ada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, dan IPA. Anak bisa melihat sesuatu yang utuh,” katanya.
Contoh lain adalah tentang air yang mengalir dapat menjadi generator untuk menghasilkan listrik (IPA). Nyala listrik dapat menerangi rumah-rumah, sehingga kehidupan sosial lebih bagus (IPS). “Itu pelajaran yang menarik karena cerita tentang kehidupan keseharian,” kata Menteri Nuh. Secara umum, elemen perubahan kurikulum untuk jenjang sekolah dasar adalah holistik integratif berfokus pada alam, sosial, dan budaya. Pembelajaran menggunakan pendekatan sains. Perubahan lainnya adalah jumlah mata pelajaran dikurangi dari sepuluh menjadi enam. Kemudian, dengan adanya perubahan pendekatan pembelajaran maka ada penambahan sebanyak empat jam pelajaran per minggu. (PIH)
Referensi : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/915

Minggu, 02 Desember 2012

Berkarya tak mengenal usia

Semangat ibu-ibu dalam mengikuti kegiatan “Pembelajaran Masyarakat Berbasis Buku Keterampilan” Membuat barang-barang keterampilan Kain Sulam” yang diselenggarakan oleh PKBM Cempaka bekerja sama dengan Dinas Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi, terlihat begitu antusias, seolah-olah mereka lupa kalau usia mereka rata-rata sudah tidak muda lagi. Sesekali mereka menyanyikan Mars Desa Nanggerang yang intinya mengajak untuk hidup yang lebih maju. Juga yel-yel motivasi “ sabisa-bisa, kudu bisa, pasti bisa”. Beberapa jenis  barang keterampilan seperti: Tempat minuman kemasan botol, aneka bros, bondu, penutup gelas dan tatakannya, dapat dihasilkan pada kegiatan tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari 26 – 27 Nopember merupakan program rutin Dinas Kantor  Perputakaan Daerah Kabupaten Sukabumi yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang gemar membaca buku, bahkan lebih dari sekedar membaca, artinya dengan membaca kita bisa mendapat sumber mata pencaharian. Hal tersebut seiring program peningkatan minat baca di masyarakat yang tengah digalakkan oleh PKBM Cempaka melalu lembaga TBM Nurul Iman, dan perpustakaan Desa Anak Cerdas. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat yang putus sekolah, dengan dibentuk kelompok (@10 orang).
Acara yang bertempat di aula Balai Desa Nanggerang tersebut dihadiri oleh Perwakilan dari UPTD Pendidikan Kecamatan Cicurug, dan tokoh masyarakat, dibuka secara resmi oleh Bapak ….. (Sekmat Kec. Cicurug) mewakili bapak camat Kec. Cicurug, juga mendapat sambutan positif dari bapak Kepala Desa Nanggerang Ade Daryadi. Dalam sambutannya Sekmat menyampaikan rasa gembiranya karena kegiatan semacam ini akan berdampak positif bagi peningkatan tarap hidup masyarakat, oleh karenanya beliau menghimbau kepada seluruh peserta yang terdiri 20 orang agar serius dalam menyimak dan mempraktekkan apa yang disampaikan oleh tim instruktur yang dipipimpin oleh Ibu Nunung N (Kasi Pelayanan Kanpusda Kab. Sukabumi). Harapan yang sama pun disampaikan oleh bapa Kades Nanggerang, sehubungan kegiatan yang seperti ini sering dilaksanakan di Desa Nanggerang. Namun ada satu keluhan yang disampaikan pak Kades yaitu masalah pemasaran produk. Beliau mengatakan “Sebenarnya kami hampir putus asa dengan kegiatan semacam ini, karena pemasarannya tidak ada, saya berharap melalui Kasi Pelayanan Kanpusda agar dicarikan mitra untuk memasarkan produk keterampilan warga Desa Nanggerang”.
Dalam sambutannya baik pada saat pembukaan dan penutupan pada hari terakhir (27/11) yang dihadiri oleh Ketua Forum TBM Provinsi Jawa Barat Heni Rohaeni, S.Pd, M. M.Pd, Kasi Pelayanan Kanpusda Kab. Sukabumi berjanji akan berusaha mencarikan mitra yang akan mempasilitasi masalah pemasaran tersebut. Terutama beliau akan berkonsultasi dengan Dinas Pariwisata yang selama ini menjalin kerjasama dengan para pengusaha kecil dan para pengrajin yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi. Semoga.
Turut berbahagia atas kegiatan yang dilaksanakan oleh TBM Nurul Iman sebagai lembaga binaannya, ketua Forum TBM Wialyah Jawa Barat ( Heni Rohaeni) yang menyempatkan hadir dari Kota Bandung, memberikan sambutan dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas wujud nyata pelayanan yang diberikan kepada masyarakat oleh TBM Nurul Iman. Pada kesempatan itu beliau memberikan hadiah 5 buah buku terbitan terbaru karya Gol A Gong “Balada  Si Roy”. “Kalu sudah selesai dibaca pinjamkan pada yang lain agar semua bisa turut membacanya”, itu pesan beliau pada kami.
“Terima kasih atas semua kebaikannya, kepala desa, tim dari Kanpusda Kab. Sukabumi, Ibu Heni Rohaeni dan semua pihak yang ikut mendukung mensukseskan kegiatan tersebut, semoga menjadi amal ibadah yang akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT”. Itu kata sambutan terakhir dari ketua PKBM Cempaka dan pengelola TBM Nurul Iman (Ade saprudin, S.Pd.I) di akhir acara penutupan.

Didik Siswa Hidup Bersama dan Damai

Depok --- Konflik yang timbul di masyarakat dapat bermula dari adanya perbedaan seperti perbedaan suku, budaya, maupun agama. Salah satu penyebab konflik bermula dari tidak saling menghormati perbedaan satu sama lain. Para guru yang bertugas mendidik hendaknya mengajarkan siswa untuk dapat hidup bersama dan damai. Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Organisasi PBB Bidang Pendidikan, Sain, dan Budaya (UNESCO) Arief Rachman usai membuka Lokakarya Pembelajaran untuk Hidup Bersama di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Jumat (30/11).
Arief mengatakan, pendidikan untuk hidup bersama dan damai merupakan salah satu agenda penting UNESCO. Untuk mengembangkan konsep ini, kata dia, materi perlu disiapkan dengan baik termasuk membina para guru. "Guru dilatih cara mendengarkan pendapat orang lain dengan baik," katanya.
Guru, kata Arief, juga dilatih keterampilan berkomunikasi. Keberagaman suku memerlukan cara pendekatan yang khusus dalam berkomunikasi terutama dalam pemilihan kalimat dan kata yang tepat. "Dimulai dengan guru karena untuk mempersiapkan generasi yang akan datang. Jadi kalau anak-anak nanti berada di dunia kerja mereka akan membawa semangat perdamaian," katanya.
Materi yang diajarkan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di sekolah diantaranya kegiatan ekstrakurikuler, OSIS, dan mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan penerapan di kurikulum baru, Arief mengatakan, kurikulum intinya adalah bagaimana untuk menjadi warga negara yang baik. "Semua kurikulum akan berhasil kalau guru-gurunya bagus. Jadi kuncinya pada guru," katanya.
Fasilitator lokakarya dari Sri Lanka Suchith Abeyewickreme mengatakan, guru dilatih mengenai isu-isu keberagaman budaya dan membangun perdamaian. Program ini, kata dia, disebut sebagai program pendidikan etika. "Kami membantu guru berpikir kritis terhadap nilai-nilai seperti rekonsiliasi, empati, dan tanggung jawab, sehingga menghargai perbedaan budaya dan dapat hidup bersama," katanya.
Suchith mencontohkan, di negaranya Sri Lanka telah berlangsung konflik selama 26 tahun. Walaupun mulai mereda, tetapi konflik masih terjadi. Orang-orang, kata dia, masih belum mengerti satu sama lain. Melalui program ini kemudian mencoba mendorong mereka untuk berempati dan memiliki tanggung jawab etika. "Kondisi ini diciptakan di lingkungan pendidikan," katanya.
Di seluruh dunia, program ini diterapkan dalam konteks beragam mulai di lingkungan sekolah, kurikulum, nonformal, dan di lingkungan keluarga. (ASW)
Referensi : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/884

Jumat, 30 November 2012

Uji publik pengembangan kurikulum libatkan masyarakat

Jakarta --- Kurikulum 2013 yang direncanakan akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru 2013-2014 mendatang, saat ini memasuki tahap uji publik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan uji publik pengembangan kurikulum 2013 melalui tatap muka dan secara online. Uji publik tatap muka pertama kali diselenggarakan di Hotel Mega Anggrek, Jakarta, pada 29 November - 1 Desember 2012.
Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 tersebut resmi dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, pada Kamis (29/11) malam, dan dihadiri Wamendikbud Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, pejabat-pejabat di lingkungan Kemdikbud, serta ratusan pemangku kepentingan di dunia pendidikan.
"Uji publik ini untuk menyempurnakan gagasan-gagasan yang sudah dihimpun, di-review, dan ditelaah. Sudah saatnya gagasan-gagasan tadi disampaikan ke publik. Diharapkan peserta bisa memberikan pandangan dan masukan sehingga kurikulum yg akan diterapkan bisa sempurna," ujar Mendikbud saat memberikan sambutan di pembukaan uji publik tersebut. Mendikbud juga menjelaskan alasan mengapa perlu dilakukan perubahan kurikulum.
Ia mengatakan, perubahan kurikulum diperlukan karena adanya perubahan zaman, sehingga kebutuhan dalam bidang pendidikan pun ikut berubah, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap yang harus dimiliki generasi muda bangsa. Apalagi Indonesia memiliki bonus demografi dalam jumlah usia penduduk yang produktif dalam kurun waktu 2010-2040.
"Sehingga pengembangan kurikulum menjadi sesuatu yang lazim selama memiliki rasionalitas yang kuat. Yang heran, kalau zaman berubah tp kurikulum nggak berubah, cuma gara-gara menterinya nggak mau dibilang ganti menteri ganti kurikulum," ucapnya. Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 salah satunya bertujuan untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan pendidikan nasional dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Diharapkan, masukan dari mereka dapat menyempurnakan konsep kurikulum 2013 yang sudah dipresentasikan kepada Wakil Presiden Boediono. Pelaksanannya dibagi menjadi tiga sesi. Pertama, sesi pleno I, berupa pembukaan, pengarahan, paparan konsep dan kebijakan pengembangan kurikulum 2013 oleh Mendikbud. Kedua, sesi kelompok, dan ketiga, sesi pleno III, berupa presentasi hasil kerja kelompok dan perumusan hasil uji publik dan tindak lanjut.
Ratusan peserta Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 berasal dari berbagai kalangan, yaitu birokrat, anggota DPR/DPRD, pakar pendidikan, pengamat pendidikan, dan praktisi pendidikan (pengawas, kepala sekolah, guru, asosiasi profesi dalam bidang pendidikan). Selain itu ada juga tim dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Kementerian Agama, serta para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dari seluruh Indonesia.
Uji publik tersebut merupakan kegiatan pertama dari serangkaian kegiatan serupa yang akan dilakukan di seluruh ibukota provinsi di Indonesia. Dalam kesempatan pembukaan Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 melalui tatap muka tersebut, Mendikbud sekaligus meresmikan peluncuran Uji Publik secara virtual/online melalui laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id. (DM)

Kamis, 22 November 2012

Pramuka Akan Jadi Ekskul Wajib

Jakarta --- Kegiatan ekstrakurikuler Praja Muda Karana, atau biasa akrab disebut Pramuka, akan menjadi kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) wajib bagi peserta didik di Sekolah Dasar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menjelaskan, Pramuka bukan menjadi mata pelajaran wajib, melainkan tetap menjadi kegiatan ekstrakurikuler.
“Komposisi proses pembelajaran kan ada intrakurikuler dan ekstrakurikuler,” katanya kepada wartawan usai penandatangan Nota Kesepahaman dengan Dewan Mesjid Indonesia di Gedung A Kemdikbud, Selasa (20/11).
Menteri Nuh mengatakan, setidaknya ada dua hal yang menjadi alasan dalam menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib. “Pertama, dasar legalitasnya jelas. Ada undang-undangnya,” ujarnya. Undang-undang yang dimaksud adalah UU Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Alasan kedua, Pramuka mengajarkan banyak nilai, mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian. "Dari sisi organisasinya juga sudah proven. Jadi, kami sarankan ekstra yang satu ini wajib di semua level, terutama untuk siswa SD/ MI," ucapnya.
Rencana ini masih akan dimatangkan dengan melibatkan pihak lain. Mendikbud menuturkan, akan ada segitiga yang akan terlibat dalam pematangan konsep Pramuka menjadi ekskul wajib, yaitu segitiga antara Kemdikbud, Kemenpora, dan Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka.
Beberapa hal yang akan dilakukan untuk mendukung Pramuka sebagai ekskul wajib antara lain melakukan penataran untuk guru-guru pengajar Pramuka. Bahkan rencananya, guru pengajar Pramuka bisa mendapat kredit poin dan bisa masuk dalam penghitungan jam mengajar profesi guru. Selain itu juga akan dilakukan revitalisasi organisasi di tiap sekolah, serta dukungan pendanaan dari Kemdikbud. (DM)
Disunting dari : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/842

Rabu, 14 November 2012

PT AIO Pocari Sweat gelar seminar Manajemen Perpustakaan sekolah

Salah satu bentuk kerjasama yang baik dalam mencerdaskan bangsa melalui program minat baca perpustakaan telah digulirkan oleh Manajemen PT Amerta Indah Otsuka (AIO) Pocari Sweat Cicurug Sukabumi bekerja sama dengan Yayasan Anak Indonesia dan Dinas Pendidikan Kecamatan Cicurug dengan anggaran yang bersumber melalui program Corporate Social Responsbility (CSR) yaitu upaya dari perusahaan sebagai bentuk komitmen yang berkesinambungan untuk berperilaku secara etis dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi, sosial lainnya terhadap lingkungan. Bentuk komitmen itu dibuktikan dengan menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Worksop Manajemen pengelolaan Perpustakaan sekolah yang digelar Rabu 14 Nopember 2012 tempat di Gedung Aula lantai 3 PT AIO Pocari Sweat, diikuti oleh peserta dari pengelola perpustakaan lembaga pendidikan mulai Pendidikan Anak Usia Dini, SD, SMP, SMA dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi sejumlah 60 orang peserta dengan tujuan dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan sekolah dibidang manajemen pengelolaan perpustakaan. Pada acara pembukaan hadir para undangan pejabat setempat yaitu Camat Cicurug diwakili oleh Sekmat, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cicurug, Penilik/Pengawas Pendidikan dan Pengurus Yayasan Anak Indonesia. Harapan dari kegiatan seminar dan workshop ini peserta dapat lebih meningkat kompetensinya dalam pengelolaan perpustakaan di sekolahnya masing-masing sehingga fungsi dan peran sarana perpustakaan akan lebih bermanfaat dan lebih meningkat minat baca yang berkunjung ke perpustakaan. Narasumber didatangkan dari lembaga Perguruan Tinggi Universitas Indonesia Sony Pawoko.  (pri).
Photo bersama peserta seminar dan penyelenggara
Peserta dan tamu undangan sedang mengikuti acara pembukaan seminar



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes